Rasio harga terhadap nilai buku (P/B) menampilkan nilai perusahaan jika dijual hari ini. Rasio ini berguna untuk diketahui karena banyak perusahaan di sektor industri yang sudah sangat mapan, namun pertumbuhannya cenderung landai, meski masih memiliki nilai aset yang bagus. Nilai buku, biasanya termasuk peralatan, gedung, tanah, aset lain yang bisa dijual, termasuk juga saham ditahan dan obligasi. Dalam perhitungan perusahaan keuangan murni, nilai buku dapat berfluktuasi sehingga saham-sahamnya cenderung mempunyai portofolio aset yang nilainya naik dan turun. Perusahaan industrial cenderung mempunyai nilai buku yang lebih didasarkan nilai aset fisik, yang terdepresiasi dari tahun ke tahun sesuai ketentuan dalam akuntansi. Dalam kasus lain, rasio P/B yang rendah dapat melindungi kita – jika perhitungannya akurat. Ini berarti, investor perlu melihat lebih dalam aset aktual yang diperhitungkan dalam rasio tersebut.
Rasio harga terhadap hasil investasi atau laba bersih saham (P/E) merupakan rasio yang paling banyak diamati. Jika harga saham tiba-tiba melonjak, maka P/E rasio ibarat makanan lezat. Nilai saham bisa meningkat meskipun tanpa peningkatan signifikan pada hasil investasi (earnings). Namun P/E rasio akan menjadi pertimbangan utama untuk memilih saham jika nilainya tetap tinggi. Tapi tanpa adanya laba yang mendukung harga, saham pada akhirnya akan rontok.
Penjelasan tentang hal ini sederhana saja: rasio P/E dapat dianggap sebagai waktu yang dibutuhkan oleh suatu saham untuk mengembalikan investasi yang ditanamkan, jika tak ada perubahan dalam usaha. Suatu saham yang diperdagangkan dengan harga 20 dolar per lembar dengan laba 2 dolar per lembarnya mempunyai rasio P/E 10. Rasio ini kadang-kadang diartikan bahwa jika tak ada perubahan, uang Anda akan kembali dalam tempo 10 tahun. Alasan bahwa saham cenderung mempunyai rasio P/E yang tinggi adalah bahwa investor berusaha untuk memperkirakan saham mana saja yang akan memberikan hasil investasi yang besar dan progresif. Seorang investor mungkin akan membeli saham dengan rasio P/E 30 jika dia pikir hasilnya akan menjadi dua kali lipat setiap tahun (memperpendek periode pengembalian investasi secara signifikan). Jika hal ini gagal tercapai, maka saham tersebut akan turun kembali menuju rasio P/E yang lebih masuk akal. Jika saham memang dikelola untuk menghasilkan double earnings, maka saham itu cenderung akan terus diperdagangkan dengan rasio P/E yang tinggi. Dalam memilih saham, sebaiknya dengan memperbandingkan saham dari perusahaan dengan industri dan pasar yang sama.
Ada baiknya untuk mempunyai back-up jika pertumbuhan saham melandai. Itulah sebabnya mengapa dividen saham yang dibayarkan menjadi daya tarik banyak investor – bahkan ketika harganya turun Anda tetap mendapatkan bayaran. Pendapatan dividen memperlihatkan berapa banyak yang Anda terima untuk mendapatkan kembali uang Anda. Dengan membagi dividen saham tahunan dengan harga saham akan diperoleh sebuah persentase. Anggaplah persentase tersebut sebagai bunga uang Anda, dengan tambahan kesempatan pertumbuhan melalui apresiasi saham.
Meskipun tampaknya sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada dividen. Dividen yang tidak konsisten atau tertunda pembayarannya di masa lalu berarti pendapatan dividen tak dapat diandalkan. Seperti elemen air, dividen bisa surut dan mengalir, sehingga pengetahuan ke arah mana arus pasang akan mengarah – seperti apakah terjadi peningkatan pembayaran dividen dari tahun ke tahun – penting untuk membuat keputusan dalam pembelian saham. Pembayaran dividen juga bergantung pada industrinya. Pada umunya, perbankan dan perusahaan utilitas banyak memberikan dividen, sementara perusahaan teknologi lebih banyak menginvestasikan kembali hampir seluruh keuntungannya untuk menggenjot pertumbuhan.
P/E, P/B, PEG dan pendapatan dividen sangat sempit berfokus sebagai alat ukur tunggal yang berdiri sendiri. Dengan mengombinasikan metode-metode valuasi tersebut, kita akan dapat menilai saham dengan lebih baik. Jika kita gunakan lebih banyak perangkat pada metode valuasi saham, makin banyak perbedaan akan yang kita temukan. Kendati demikian, dalam dunia investasi, keempat elemen dan rasio itu kemungkinan tenggelam oleh ribuan alat ukur, namun akan tetap berguna untuk mengetahui apakah suatu saham akan cukup berharga untuk dibeli.
Sumber: www.investopedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar