DUNIA PERIKLANAN

DUNIA PERIKLANAN
Periklanan

Jumat, 06 September 2013

6 Strategi Alokasi Aset

Mempertahankan paduan aset yang tepat merupakan suatu proses dinamis dan mempunyai peran kunci dalam menentukan keseluruhan risiko dan hasil portofolio Anda. Paduan aset dalam portofolio sebaiknya mencerminkan sasaran pada satu titik waktu. Ada beberapa strategi dalam menetapkan alokasi aset, di sini kita akan menggarisbawahi beberapa diantaranya, dan mempelajari pendekatan dasar manajemen dari masing-masing strategi.


Alokasi Aset Stratejik
Alokasi aset stratejik adalah sebuah metoda dalam menetapkan dan melekat pada apa yang disebut “basis paduan kebijakan.” Ini adalah kombinasi proporsional aset yang berbasis pada tingkat keuntungan yang diharapkan untuk setiap kelompok aset. Misalnya, jika saham mempunyai imbal hasil historis 10% per tahun dan obligasi mempunyai imbal hasil 5% per tahun, paduan dari 50% saham dan 50% obligasi diharapkan bisa memberikan imbal hasil 7,5% per tahun.

Alokasi Aset Dengan Bobot Yang Konstan
Alokasi aset stratejik pada umumnya berimplikasi pada strategi beli dan tahan (buy & hold), bahkan ketika pergeseran pada nilai aset menyebabkan perubahan pada kebijakan paduan aset yang sudah mapan. Karena alasan itu, Anda bisa memilih untuk mengadopsi pendekatan bobot-konstan pada alokasi aset. Dengan pendekatan ini, Anda menyeimbangkan kembali portofolio secara berkelanjutan. Contohnya, jika salah satu aset mengalami penurunan nilai, Anda cenderung membeli aset tersebut lebih banyak, dan ketika nilai aset itu meningkat Anda bisa menjualnya.

Tak ada peraturan yang tegas dan cepat untuk menentukan timing dalam menyeimbangkan kembali portofolio dengan strategi  alokasi aset bobot-konstan. Kendati demikian, hal yang biasa berlaku adalah bahwa portofolio sebaiknya diseimbangkan kembali  sesuai paduan aslinya ketika suatu aset bergerak lebih dari 5 persen dari nilai awalnya.

Alokasi Aset Taktis
Dalam jangka panjang , strategi alokasi aset stratejik kemungkinan besar akan relatif kaku. Oleh karena itu, Anda perlu untuk sesekali  menyimpang dari paduan keseimbangan secara taktis dengan tujuan memanfaatkan peluang-peluang investasi yang tidak biasa atau pengecualian. Fleksibilitas itu akan menambah komponen timing pasar kepada portofolio, yang memungkinkan Anda untuk berpartisipasi pada kondisi ekonomi yang lebih menguntungkan pada satu kelompok aset.

Alokasi aset taktis dapat dijelaskan sebagai suatu strategi aktif yang moderat, selama seluruh paduan aset stratejik dikembalikan kepada keinginan untuk memperoleh keuntungan jangka pendek tercapai. Strategi ini membutuhkan kedisiplinan. Pertama-tama Anda harus mapu mengenali ketika peluang jangka pendek sedang berlangsung, dan kemudian menyeimbangkan kembali protofolio kepada posisi aset jangk a panjang.

Alokasi Aset Dinamis
Strategi alokasi aset aktif yang lainnya adalah alokasi aset dinamis, dimana Anda secara konstan menyesuaikan paduan aset ketika pasar bangkit dan jatuh dan ketika ekonomi menguat dan melemah. Dengan strategi ini Anda menjual aset yang nilainya sedang turun dan membeli aset yang nilainya sedang naik. Hal ini membuat penerapan strategi alokasi aset dinamis berseberangan dengan strategi bobot-konstan. Misalnya, jika pasar saham menunjukkan pelemahan, Anda menjual saham untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut. Jika pasar menguat,  Anda membeli saham untuk mengantisipasi kelanjutan keuntungan pasar.

Alokasi Aset Terjamin
Dengan strategi alokasi aset terjamin, Anda membentuk suatu basis nilai portofolio dimana nilai portofolio itu tidak boleh anjlok. Selama potofolio itu memperoleh imbal hasil di atas basisnya, Anda menerapkan pengelolaan aktif yang berusaha meningkatkan nilai portofolio sebesar-besarnya. Kendati demikian, jika nilai portofolio jatuh ke nilai basisnya, Anda berinvestasi pada aset-aset yang bebas risiko sehingga nilai basisnya menjadi tetap. Pada sat itu, Anda sebaiknya berkonsultasi pada penasihat Anda untuk melakukan realokasi aset, bahkan mungkin dengan mengubah seluruh strategi investasi Anda.

Anda dapat menerapkan strategi alokasi aset terjamin dengan pendekatan formula atau pendekatan asuransi. Pendekatan formula adalah strategi kelulusan: ketika nilai portofolio menurun, Anda membeli lebih banyak aset bebas risiko sehingga ketika portofolio mencapai level basisnya, secara keseluruhan Anda berinvestasi pada aset bebas risiko. Dengan pendekatan asuransi portofolio, berarti Anda menggunakan put option (kontrak opsi untuk menjual sejumlah tertentu aset pada harga dan waktu tertentu ) dan/atau futures contracts( persetujuan kontrak untuk membeli atau menjual instrumen finansial tertentu di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan terlebih dahulu) untuk memelihara modal basis. Kedua pendekatan tersebut dianggap sebagai strategi manajemen aktif, namun ketika jumlah basis tercapai, Anda mengadopsi pendekatan pasif.

Alokasi aset terjamin cocok untuk investor penghindar risiko yang menginginkan kepastian dari manajemen portofolio aktif, namun menghargai keamanan dari mempertahankan suatu batas yang menjamin bahwa nilai portofolio tak boleh turun. Misalnya, seorang investor yang mengharapkan untuk menetapkan  standar hidup minimum selama masa pensiun bisa menggunakan strategi alokasi aset terjamin yang sesuai dengan tujuan pengelolaaannya.

Alokasi Aset Terintegrasi
Dengan alokasi aset terintegrasi Anda dapat mempertimbangkan ekspektasi ekonomi Anda maupun risiko Anda dalam membentuk suatu paduan aset. Meskipun semua strategi yang disebutkan di atas memperhitungkan harapan untuk imbal hasil pasar di masa yang akan datang, tidak semua strategi memperhitungkan toleransi risiko investasi. Alokasi aset terintegrasi adalah strategi alokasi aset yang lebih luas, sekalipun hanya menggunakan alokasi dinamik ataupun bobot-konstan. Tentu saja, seorang investor tak berharap untuk menerapkan dua strategi yang berlawanan satu sama lain.

Kesimpulan
Alokasi aset dapat menjadi proses aktif untuk memvariasikan keragaman aset atau benar-benar pasif. Apakah seorang investor memilih suatu strategi alokasi aset secara tepat atau kombinasi dari strategi yang berbeda, tergantung pada sasaran, usia, ekspektasi pasar dan toleransi risiko si investor.

Meskipun demikian, patut diingat, bahwa artikel ini hanya memberikan panduan umum tentang bagaimana investor dapat menggunakan alokasi aset sebagai bagian dari strategi inti mereka. Berhati-hatilah bahwa pendekatan alokasi yang melibatkan antisipasi dan reaksi  pada pergerakan pasar membutuhkan keahlian dan bakat dalam menggunakan perangkat tertentu untuk menentukan gerakan pada waktu yang tepat. Banyak orang mengatakan, memilih timing pasar yang akurat nyaris tidak mungkin, maka pastikan bahwa strategi Anda tidak terlalu rentan terhadap kesalahan yang tak terpikirkan sebelumnya.  

Sumber: Jason van Bergen, www.investopedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar