DUNIA PERIKLANAN

DUNIA PERIKLANAN
Periklanan

Selasa, 29 November 2011

Komunikasi Massa

Pengertian dan Karakteristik Komunikasi Massa
            Pengertian komunikasi massa tidak dapat di definisikan dengan singkat dan sederhana. Pengertian komunikasi massa tercakup hal – hal seperti isi pesan ( pengolahan, pengiriman, penerimaan ), teknologi, kelompok – kelompok, macam – macam konteks, bentuk – bentuk, audience ( khalayak ), dan effect ( pengaruh ). Definisi yang dikemukakan oleh Defleur dan Dennis dalam bukunya Understanding Mass Communication ( 1985 ). Defleur dan Dennis mengatakan bahwa “komunikasi massa adalah suatu proses dalam komunikator – komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan – pesan secara luas, dan secara terus – menerus menciptakan makna – makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda – beda melalui berbagai cara”.

Proses dan Karakteristik Isi Pesan Komunikasi Massa
A.   Proses Komunikasi Massa
Proses komunikasi massa dalam media menerima informasi dan berita dari berbagai sumber, tim redaksi berfungsi sebagai gatekeeper ( penjaga gerbang ) yang melakukan seleksi atas isi pemberitaan yang layak untuk dimuat. Tim redaksi menjalankan fungsinya sebagai decoder, interpreter, dan encoder. Dalam arti bahwa tim redaksi membaca, menilai, menyeleksi berita – berita yang masuk dan memutuskan hal – hal yang layak dimuat atau disiarkan media tersebut. Kegiatan selanjutnya adalah menyebarkan atau menyiarkan pesan – pesan media tersebut pada khalayak.
Khalayak media terdiri dari individu – individu. Dalam kegiatan decoding, interpreting, dan encoding juga berlangsung. Setiap individu akan menyeleksi dan menginterpretasikan berita yang dibaca atau program yang didengar atau dilihat. Biasanya individu yang terjangkau pesan – pesan media adalah bagian dari suatu kelompok, sehingga pesan – pesan dari media dapat mengalir ke anggota – anggota kelompok di sekelilingnya. Karena proses komunikasi massa berlangsung satu arah maka umpan balik hanya bersifat dugaan atau tertunda. Implikasi dari umpan balik yang tertunda yang bersifat dugaan, menjadi pendorong bagi media untuk menampilkan program atau pesan – pesan yang sesuai dan diminati khalayak. Yang perlu ditambahkan bahwa pada kenyataannya decoding-interpreting-encoding dalam suatu organisasi media adalah jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.
B. Karakteristik Isi Pesan Media Massa
1. Novelty ( Sesuatu yang Baru )
            Sesuatu yang “baru” merupakan unsur yang terpenting bagi suatu pesan media. Khalayak akan tertarik untuk menonton suatu program acara TV, mendengarkan siaran radio atau membaca surat kabar apabila isi pesannya dipandang mengungkapkan sesuatu hal yang baru atau belum diketahui. Oleh karena itu, para reaksi media berusaha keras untuk menampilkan informasi terbaru. Sedangkan bagi media cetak, untuk menyajikan unsur “terbaru” biasanya dengan cara menunda deadline sehingga bisa memuat berita yang dianggap penting. Akan tetapi “baru” disini dimaksudkan baru bagi khalayak, yakni bahwa untuk pertama kalinya mengetahui adanya faktor baru, dengan kemajuan teknologi.

Komunikasi dan Budaya

Istilah kebudayaan berasal dari kata sansekerta Buddayah sebagai bentuk jamak dari Buddhi yg berarti “budi” atau “akal”. Maka kebudayaan dapat diartikan “hal – hal yang bersangkutan dengan budi dan akal”. Bahasa Inggrisnya adalah culture yg berasal dari kata latin colere artinya “mengolah, mengerjakan” atau “sebagai segala daya dan usaha manusia untuk mengubah alam”.

Peranan Kebudayaan dalam Kehidupan Manusia
Salah satu wujud kebudayaan ideal yg berfungsi mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan tingkah laku masyarakatnya. Jadi fungsi kebudayaan adalah memberikan tuntutan dan tuntunan kepada masyarakatnya. Budaya menuntun masyarakat untuk bertingkah laku sesuai dengan adat istiadat, dan menuntunnya jika menyimpang dari norma – norma sosial yg berlaku.
Dalam studi kebudayaan memang dikenal adanya istilah “harapan budaya” (culture expectation), yakni harapan masyarakat dari suatu kebudayaan kepada para anggotanya untuk bertingkah laku sesuai dengan adat istiadat yg berlaku.

Pengaruh Kebudayaan dalam Komunikasi
Keberhasilan komunikasi ditentukan oleh kemampuan komunikasi memberi makna terhadap pesan yg diterimanya. Semakin besar kemampuan komunikasi memberi makna pada pesan yg diterimanya, semakin besar pula kemungkinan komunikasi memahami pesan tersebut.
Komunikasi pada prinsipnya memang merupakan proses penafsiran atau pemberian makna terhadap pesan – pesan. Sebelum mengirim pesan tersebut, komunikan mengolah pesan dan menafsirkannya, apakah makna yg dikandung pesan tersebut telah memenuhi tujuan komunikator dalam penyampaian maksudnya.
Komunikasi berfungsi sebagai alat untuk meneruskan warisan budaya berupa nilai – nilai, norma, dan keyakinan yg dianut dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
 
 
Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar orang – orang yg mempunyai latar belakang budaya yg berbeda. Perbedaan budaya tersebut terdapat mulai dari tingkat individu, kelompok sosial, etnis/ras, Negara, hingga dunia.
Bentuk komunikasi antar budaya:
1. Komunikasi antar budaya
2. Komunikasi antar ras yg berbeda atau komunikasi antar etnis
3. Komunikasi antar kelompok agama yg berbeda
4. Komunikasi antar bangsa yg berbeda (Komunikasi Internasional)
5. Komunikasi antar subkltur yg berbeda
6. Komunikasi antara subkultur dan kultur yg dominan
7. Komunikasi antar jenis kelamin
 
Sumber:

- Pengantar Ilmu Komunikasi, Sasa Djuarsa Sendjaja

- Ilmu Komunikasi suatu Pengantar, Dedy Mulyana

- Communication Between Cultures, Larry A. Samovar & Richard E. Porter

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Selasa, 27 September 2011

Komunikasi Antar Pribadi

Definisi Komunikasi Antar Pribadi
Definisi komunikasi antar pribadi dapat di lihat dari 3 perspektif, yaitu:
1. Perspektif Komponensial
Yaitu, perspektif yang memahami komunikasi antar pribadi dengan melihat komponen – komponennya. Komunikasi antar pribadi merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan antara 2 orang atau diantara sekelompok kecil orang dengan berbagai efek dan umpan balik.
2. Perspektif Pengembangan
Menurut perspektif ini, komunikasi adalah suatu proses yg berkembang, yaitu dari yg bersifat impersonal meningkat menjadi interpersonal atau intim.

3. Perspektif dilihat dari hubungannya
Dalam pandangan ini, komunikasi antar pribadi didefinisikan sebagai komunikasi yg terjadi di antara 2 orang yg mempnyai hubungan yg terlihat jelas di antara mereka. Melalui komunikasi antar pribadi, hubungan diantara 2 orang dapat dibentuk.
2. Mengetahui dunia luar
Komunikasi antar pribadi memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita secara baik, yakni tentang obyek, kejadian – kejadian orang lain. Banyak informasi yg kita miliki sekarang berasal dari interaksi antar pribadi.
3. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Sebagian besar waktu yg kita gunakan dalam komunikasi antar pribadi bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.

4. Mengubah sikap dan perilaku
Dalam komunikasi antar pribadi sering kita berupaya mengubah sikap dan perilaku orang lain. Melalui komunikasi antar pribadi kita mempersuasi orang lain.
5. Bermain dan mencari hiburan
Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan. Bercerita dengan teman tentang kegiatan akhir pecan, membicarakan olah raga, menceritakan kejadian – kejadian lucu, dan pembicaraan – pembicaraan lain yg hampir sama merupakan kegiatan yg bertujuan untuk memperoleh hiburan.
6. Membantu
Dengan menceritakan masalah kita pada orang lain. Maka akan mendorong orang lain membantu memecahkan masalah kita.
Efektifitas Komunkasi Antar Pribadi
A. Dari Perspektif Humanistik
Perspektif ini menekankan keterbukaan, empati, perilaku suportif, dan kesamaan. Pada umumnya sifat – sifat ini akan membantu interaksi menjadi lebih berarti, jujur, memuaskan.
B. Dari Perspektif Pragmatis
Perspektif pragmatis atau perilaku, menekankan manajemen interaksi, kebersamaan, dan sifat – sifat umum yg membantu mencapai berbagai tujuan yg diinginkan dalam komunikasi antar pribadi.

Sumber:

- Pengantar Ilmu Komunikasi, Sasa Djuarsa Sendjaja

- Ilmu Komunikasi suatu pengantar, Dedy Mulyana

- Komunikasi antar manusia, Joseph A. Devito

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia


                                                                   ABOUT OCAN GHOBER