Iklan adalah bagian dari bauran promosi
(promotion mix), dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (
marketing mix). That’s why tujuan periklanan tidak boleh menyimpang dari tujuan pemasaran, malah harus mendukungnya.
ÒMarketing mix merupakan salah satu konsep dasar dalam pemasaran modern.
ÒPhilip Kotler (1987,63) mengemukakan: “Marketing mix adalah seperangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol dimana perusahaan menggabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran”.
ÒEmpat elemen marketing mix
Product adalah Barang / Jasa yang ditawarkan
ÒPromotion adalah kegiatan untuk mendorong konsumen agar membeli barang
ÒPlace adalah saluran yang digunakan oleh Produsen untuk menyalurakan Produk sampai ke Konsumen.
ÒPrice adalah Kompensasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang / jasa.
Empat elemen promotion mix
- Personal Selling (Penjualan Personal). Adalah kontak face to face antara pemasar dengan calon konsumen. Tujuannya adalah mendorong pembelian segera maupun pembelian ulang (immediate and repeat sales). Tekniknya bisa melalui penjualan langsung di lapangan oleh sales (field sales), peragaan di toko oleh pelayan toko (assistance at an outlet / retail selling), atau penjualan langsung door to door. Personal selling ini penting untuk produk yang memerlukan penjelasan detil, peragaan dan perbaikan / servis.
- Sales Promotion (Promosi Penjualan). Adalah insentif
tambahan untuk merangsang pembelian segera, menawarkan keuntungan
tambahan dari luar produk itu sendiri, biasanya untuk menggenjot
penjualan. Efektif untuk mengenalkan produk baru. Meliputi potongan
harga, sampel produk, pemberian kupon undian berhadiah, beli satu
dapat 2, beli rumah dapat mobil dan lain-lain.
- Public Relation (PR / Humas). Aktivitas-aktivitas yang
dimaksudkan untuk meningkatkan citra produk/perusahaan dalam
rangka menciptakan hubungan yang baik (goodwill). Teknik yang dipakai adalah publicity (bentuk promosi yang lebih didasari pada kandungan nilai berita (news value) yang bermakna tentang suatu produk), press release atau press conference, dimana
pengiklan mengharap media mau memuat cerita / artikel / kolom
tentang keunggulan produk / jasanya, tanpa harus membayar dengan
tarif pasti. Bisa juga dengan pensponsoran acara, open house, tour lapangan (plant tour), pemberian donasi / sumbangan, dan special event lainnya.
- Advertising (periklanan), merupakan penyebaran
informasi mengenai suatu gagasan, barang, atau jasa untuk membujuk
orang agar berfikir, bersikap, atau bertindak sesuai dengan
keinginan pengiklan. Merupakan bentuk promosi yang lebih banyak
didasarkan pada penonjolan-penonjolan kelebihan produk (product benefit). Memiliki kemampuan kecil untuk menciptakan perubahan sikap atau pembelian segera pada khalayak.
MATRIX PERBEDAAN
Jenis Promosi
|
Efek yang diharapkan
|
Kontak dengan Konsumen
|
Waktu
|
| Personal Selling |
Peningkatan Penjualan |
Langsung |
Pendek / Segera |
| Sales Promotion |
Peningkatan Penjualan |
Setengah Langsung |
Pendek / Segera |
| PR |
Perubahan Sikap |
Setengah Langsung |
Jangka Panjang |
| Advertising |
Perubahan Sikap
+
Perubahan Perilaku |
Tidak Langsung |
Perlahan
(moderate-low) |
TUJUAN PERIKLANAN
Tujuan periklanan umumnya mengandung misi komunikasi. Perikalanan
adalah komunikasi massa dan harus dibayar untuk menciptakan kesadaran
(awareness), menanamkan informasi, mengembangkan sikap, atau adanya
suatu tindakan yang menguntungkan bagi pengiklan.
Otto Klepnner mengatakan bahwa peran utama (
primary role) periklanan ditekankan pada penanaman kesadaran (
awareness) dan pilihan (
preference) terhadap merk.
Sementara Aacker dan Myers mengatakan bahwa secara umum iklan mempunyai dampak untuk :
- Menarik calon konsumen menjadi konsumen yang loyal selama jangka waktu tertentu.
- Mengembangkan siap positif calon konsumen yang diharapkan dapat menjadi pembeli yang potensial pada masa mendatang.
- Kesemuanya membutuhkan waktu. Untuk produk yang sudah dikenal, hasil
dapat dilihat selah dilakukan kampanye terus menerus selama satu
tahun. Dan untuk produk baru bisa perlu 5 tahun.
Menurut Rhenald Kasali, tujuan periklanan memang seharusnya mampu
menunjukkan hubungan langsung terhadap peningkatan penjualan. Namun
kadang-kadang itu tidak adil, karena :
- Iklan bukanlah satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran. Perlu juga ngeliat kemasan, penampilan,
penampilan barang, harga, distribusi, mutu, merk, dan selera
pasar.
- Iklan dampaknya jangka panjang, bukan jangka pendek. Baru terasa
setelah iklan dimuat dalam suatu rangkaian waktu yang panjang / terus
menerus. Untuk produk yang sudah dikenal, hasil dapat dilihat selah
dilakukan kampanye terus menerus selama satu tahun. Dan untuk
produk baru bisa perlu 5 tahun.
Pakar periklanan Ahmad S Adnanputra mengatakan bahwa penampilan, kesadaran, sikap dan tindakan merupakan tujuan periklanan.
- Penampilan (exposure). Jika tiap kali terbit majalah Tempo
dibaca oleh 100.000 orang, maka iklan yang dimuat di majalah tersebut
mencapai penampilan 100.000. Namun hal ini tidak berarti iklan tersebut
dibaca oleh 100.000 orang.
- Kesadaran (awareness). Jika dari penampilan 100.000 itu,
65% membaca iklan tersebut, maka berarti iklan itu mencapai kesadaran
sebanyak 65% x 100.000 = 65.000.
- Sikap (attitude). Jika dari kesadaran 65.000 itu kemudian
50% tertarik pada iklan tersebut dan mengambil sikap, berarti iklan
tersebut mencapai sikap sebesar 50% x 65.000 = 32.500.
- Tindakan (action). Jika dari jumlah sikap itu kemudian 80%
membeli, hal ini berarti bahwa produk yang diiklankan berhasil mencapai
penjualan sebesar 80% x 32.500 = 26.000.
Pemasaran
ÒPemasaran
merupakan salah satu faktor penting dalam suatu siklus yang bermula dan
berakhir dengan kebutuhan konsumen. Pemasaran harus dapat menafsirkan
kebutuhan-kebutuhan pasar atau konsumen dan mengkombinasikan dengan data
pasar seperti: lokasi konsumen, jumlah konsumen, kesukaan dan data
pasar lainnya.
ÒPhilip Kotler
(1987,5) mendefinisikan pemasaran sebagai berikut: “Pemasaran adalah
kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
melalui proses pertukaran”
ÒMenurut Alex S. Nitisemito
(1986,13) mengemukakan: “Pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan
untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen
secara paling efisien dengan maksud menciptakan permintaan yang efektif.
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri;
mso-font-alt:”Century Gothic”; mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style
Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:”"; margin-top:0in; margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New
Roman”;} p {mso-style-noshow:yes; mso-margin-top-alt:auto;
margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in;
mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New
Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1
{size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;}
div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Bauran Pemasaran
Kotler (2000) mendefinisikan bawa bauran pemasaran adalah
kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran. Menurut
Marius P. Angipora (1999) marketing mix adalah
perangkat
variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan
untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran.
Menurut
Fandy Tjiptono (2004), bauran pemasaran merupakan
seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.
Jerome Mc-Carthy (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 komponen P (Product, Price, Promotion dan Place) yang antara lain :
1. Produk (Products).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai
tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk
disini bisa berupa apa saja (baik yang berujud fisik maupun tidak) yang
dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan
keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar
untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang,
organisasi dan ide
2. Harga (Price).
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti
tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat
diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga
menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen
untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat
terjangkau oleh konsumen.
3. Saluran Distribusi (Place).
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa
bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah
saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan
mudah memperoleh suatu produk.
4. Promosi (Promotion).
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan,
Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai
macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke
konsumen.
Bauran Promosi
Menurut
Kotler dan
Gary A. (2000). Bauran promosi adalah
ramuan
khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat
yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan
pemasarannya. Menurut
Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “
Kombinasi
Strategi yang paling baik dari variabel-variabel Periklanan, Personal
Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakan untuk
mencapai tujuan program penjualan”. Promotion Mix terdiri dari:
1. Pengiklanan.
Pengiklanan adalah semua bentuk presentasi non personal dan promosi ide,
barang atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dcngan mendapat bayaran.
2. Promosi Penjualan.
Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk atau jasa.
3. Penjualan Perorangan.
Penjualan perorangan merupakan interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
4. Hubungan Masyarakat.
Hubungan masyarakat adalah berbagai program yang dirancang untuk
mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk
individualnya.
Bauran Promosi merupakan
program komunikasi pernasaran total
sebuah perusahaan yang terdiri dari iklan, penjualan pribadi, promosi
penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk
mencapai tujuan iklan dan pemasarannya. Menurut
Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001), bauran
promosi yang dipilih oleh suatu perusahaan bagi suatu produk atau jasa
tergantung pada beberapa faktor: sifat produk, tahapan dalam daur hidup
produk, karakteristik target pasar, jenis keputusan pembelian,
tersedianya dana untuk promosi dan menggunakan baik strategi mendorong
(push) maupun menarik (pull).
Kotler (2000) mengemukakan berbagai faktor dalam menentukan bauran promosi, yaitu:
1. Tipe Produk/Pasar.
a. Perusahaan barang konsumen
Biasanya mengalokasikan lebih banyak dana untuk iklan, menyusun promosi
penjualan, penjualan perorangan dan kemudian hubungan masyarakat.
b. Perusahaan barang Industri
Menyediakan dana lebih banyak untuk penjualan perorangan diikuti dengan promosi penjualan, iklan dan hubungan masyarakat.
2. Strategi dorong atau tarik.
a. Strategi dorong (Push Strategy)
Merupakan strategi promosi yang menggunakan tanaga penjual dan promosi
perdagangan untuk “mendorong” produk lewat saluran distribusi. Produsen
mempromosikan produk kepada pedagang besar, pedagang besar kepada
pengecer, dan pengecer mempromosikan kepada konsumen.
b. Strategi tarik (Pull Strategy).
Merupakan strategi promosi yang menggunakan banyak biaya untuk
periklanan dan promosi konsumen demi memupuk permintaan konsumen.
Apabila strategi tarik berhasil konsumen akan mencari produk dari
pengecer, pengecer akan mencari dari pedagang besar dan pedagang besar
akan mencari dari produsen.
3. Kesiapan Pembeli.
Pengaruh dari alat promosi itu bervariasi untuk tahap kesiapan pembeli
yang berbeda. Iklan dan hubungan masyarakat, memegang peran utama dalam
tahap kesadaran dan pengetahuan.
4. Daur hidup Produk.
- Tahap perkenalan, iklan dan hubungan masyarakat baik untuk
menghasilkan kesadaran tinggi, dan promosi penjualan bermanfaat untuk
tnempromosikan penjualan awal. Penjualan perorangan harus dipakai agar
pedagang man menjual produk tersebut.
- Tahap pertumbuhan, semua kiat itu dapat diperlambat karena permintaan
memiliki momentumnya sendiri lewat pembicaraan dari mulut kemulut.
- Tahap kemapanan (dewasa), promosi penjualan, periklanan dan penjualan
perorangan semua bertambah penting, secara berurutan.
- Tahap kemunduran, promosi penjualan berlangsung kuat, iklan dan
publisitas dikurangi, dan tenaga penjualan hanya memberi perhatian
minimal pada produk itu.
Promosi
Promosi merupakan kegiatan terpenting, yang berperan aktif dalam
memperkenalkan, memberitahukan dan mengingatkan kembali manfaat suatu
produk agar mendorong konsumen unluk membeli produk yang dipromosikan
tersebut. Untuk mengadakan promosi, setiap perusahaan harus dapat
menentukan dengan tepat alat promosi manakah yang dipergunakan agar
dapat mencapai keberhasilan dalam penjualan.
Menurut
Basu Swastha DM dan Irawan (1999), promosi merupakan
insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu prodak atau jasa. Menurut
Stanson (1999), promosi adalah
kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan,
penjualan personal dan alat promosi yang lain, yang semuanya
direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan. Sedang Menurut
Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001), promosi adalah
komunikasi
dari para penjual yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan
pora calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat
mereka atau memperoleh suatu respon.
Menurut
Fandy Tjiptono (2004), bauran promosi
tradisional meliputi berbagai metode untuk mengkomunikasikan manfaat
jasa kepada potensial dan aktual. Metode-metode tersebut terdiri atas
periklanan,promosi penjualan, penjualan perseorangan dan hubungan
masyarakat.
Promosi menunjuk pada berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk
mengkomunikasikan kebaikan produknya dan membujuk para pelanggan dan
konsumen sasaran untuk membeli produk tersebut. Sehingga dapat
disimpulkan mengenai promosi yaitu dasar kegiatan promosi adalah
komunikasi perusahaan dengan konsumen untuk mendorong terciptanya
penjualan.
Fungsi Promosi
Adapun fungsi dari promosi yaitu:
1. Mencari dan mendapatkan perhatian dari calon pembeli. Perhatian calon
pembeli harus diperoleh, karena merupakan titik awal proses pengambilan
keputusan di dalam membeli suatu barang dan jasa.
2. Menciptakan dan menumbuhkan interest pada diri calon pembeli. Perhatian
yang sudah diberikan oleh seseorang mungkin akan dilanjutkan pada tahap
berikutnya atau mungkin berhenti. Yang dimaksudkan dengan tahap
berikutnya ini adalah timbulnya rasa tertarik dan rasa tertarik ini yang akan
menjadi fungsi utama promosi.
3. Pengembangan rasa ingin tahu (desire) calon pembeli untuk memiliki
barang yang ditawarkan. Hal ini merupakan kelanjutan dari tahap
sebelumnya. Setelah seseorang tertarik pada sesuatu, maka timbul rasa
ingin memilikinya. Bagi calon pembeli merasa mampu (dalam hal harga,
cara pemakaiannya, dan sebagainya), maka rasa ingin memilikinya ini
semakin besar dan diikuti oleh suatu keputusan untuk membeli.
Tujuan Promosi
Ada beberapa tujuan yang terdapat dalam promosi yaitu:
1. Menginformasikan, maksudnya adalah menginformasikan pasar tentang
produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginfonnasikan
pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja,
menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah,
mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra perusahaan.
2. Membujuk, maksudnya mengubah persepsi mengenai atribut produk agar diterima pembeli.
3. Mengingatkan, maksudnya agar produk tetap diingat pembeli sepanjang
masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapat
perhatian.
Setelah diadakan Promosi diharapkan audiens, yaitu adanya pembelian dan
kepuasan yang tinggi. Pembelian adalah akhir dari proses komunikasi.
Pembeli juga memiliki keterikatan yang tinggi dengan produk yang
dikonsumsinya.
Ada enam hal yang dapat menjelaskan komunikasi tersebut yaitu:
a. Kesadaran (Awareness)
Jika sebagian besar audiens sasaran tidak menyadari obyek tersebut, maka
tugas komunikator adalah membangun kesadaran dari mengenai produk dan
terus mengenalkan produk ke audiens.
b. Pengetahuan (Knowledge)
Diharapkan audiens memiliki kesadaran tentang perusahaan atau produk
yang telah dikeluarkan dan jangan sampai audiens tidak mengetahui produk
tersebut.
c. Menyukai (Liking)
Dapat mengetahui perasaan mereka terhadap produk yang dikonsumsi oleh audiens, sehingga audiens dapat menyukai produk tersebut.
d. Preferensi (Preference)
Dapat dikatakan audiens menyukai produk tersebut dan lebih memilih produk itu dibanding produk lain.
e. Keyakinan (Conviction)
Audiens diharapkan yakin untuk membeli produk yang sudah dipilihnya.
f. Pembelian (Purchase)
Pembelian yang dilakukan audiens, adalah tahap terakhir dalam komunikasi.